Pesona Eksotisme Danau Satonda

Oleh : R. Heru Hendarto

(versi edit telah diterbitkan di Majalah Tamasya Jan 2009)

Saat perahuku berlabuh di teluk indah tepian sebuah pulau, aku menyangsikan diriku sendiri. “Bagaimana caranya aku menggapai pantai putih di seberang sedangkan tidak ada perahu sama sekali untuk membawa ke pinggir?”, begitu kataku. Sambil melemparkan pandangan ke sekeliling, mataku menangkap sebuah perahu kecil bermesin tergeletak di pinggir. Beberapa lama aku menunggu petugas datang menjemput, namun batang hidungnya tidak tampak. Sekian waktu aku menyaksikan indahnya teluk yang di pinggirnya dibentengi jejeran pantai berpasir putih serta deretan pepohonan teduh melambai menghiasi, sungguh indah. Tanpa sadar, segera aku ambil sandal gunungku dan kupasangkan di kedua tangan lalu….byur! Kuceburkan tubuhku ke air laut yang hangat, mengayuh kedua tangan berlapis sandal menuju pinggir pantai yang hanya berjarak 30 meter di hadapan. Sambil berenang perlahan, konsentrasiku teralih ke sensasi pemandangan lain. Tepat di bawahku, sekumpulan karang hidup meliak-liuk dibuai gelombang laut dan di sela-selanya berkelebatan ikan-ikan indah berwarna-warni. Menakjubkan!

Begitulah pengalaman menyenangkanku saat pertama kali menyentuh daratan Pulau Satonda. Pulau eksotis seluas 4.8 km2 ini terletak di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Pulau yang lebih dikenal wisatawan manca daripada wisatawan domestik ini dapat ditempuh dari Sumbawa Besar sejauh 8 jam perjalanan atau dari Kota Dompu yang memakan waktu 5 jam perjalanan plus penyeberangan laut. Terlepas dari jalur darat, sebagian besar pengunjung datang ke daerah ini langsung melalui jalur laut, menggunakan yacht ataupun berbondong-bondong singgah dalam serangkaian paket wisata sailing trip Flores – Lombok. Keeksotisan pulau ini susah ditandingi oleh pulau-pulau lain. Bagaimana tidak, sebuah gunung mungil mencuat di pulau ini dan di bawahnya tersaji danau air asin seluas hampir 4 km2. Belum lagi keindahan teluknya dengan pasir putih yang menghampar serta terumbu karang plus biota laut lainnya yang berwarna-warni, sangat menggoda para penggemar snorkeling dan diving. Pulau itu sendiri konon dahulu adalah tempat terdamparnya Raja Satonda saat daerah itu diterjang musibah akibat murkanya dewa. Daerah itu hancur lebur dan daratan terpecah-belah diterjang tsunami karena dewa murka akan keinginan Satonda untuk menikahi wanita yang ternyata ibu kandungnya. Saat ini legenda tersebut masih dikenal namun telah pudar dan berganti dengan cerita mistis lainnya mengenai pulau ini.

Begitu tiba di pinggir, tanganku segera meraih pasir putih yang tampak kemilau di pagi itu. Kulemparkan pandangan ke sekitar dan mataku tertambat pada jejeran perahu yang berlabuh di pinggir teluk biru yang seolah-olah diawasi oleh Gunung Tambora yang berdiri gagah di kejauhan. Welcome to Satonda Island Dompu, begitu bunyi tulisan putih di papan biru gerbang masuk. Hmm, tidak begitu banyak fasilitas di sini dan hampir semuanya dalam kondisi yang rusak. Tapi tak apalah, kiranya semakin menambah serunya tempat ini pikirku. Kulangkahkan kaki semakin ke dalam, jalanan semakin menanjak dan tiba-tiba di saat di atas aku terperangah. Tepat di kakiku terhampar pemandangan yang indah! Sebuah danau biru kehijauan membentang dengan permukaannya yang beriak kecil dan dibentengi sekeliling pinggirnya dengan bebatuan yang menjulang. Sebuah bukit kecil tampak di seberang seolah-olah menaungi danau ini.  Jalanan setapak di tempat ku berdiri terbagi dua dan sepertinya kedua jalan itu berarah mengelilingi danau menyusuri punggungan dataran tinggi di pinggir. Jalan yang ada sudah berupa undak-undak semen namun tertutup hampir sepenuhnya oleh dedaunan kering. Di kiri-kanan jalan terdapat perdu yang sangat rimbun sehingga melalui setapak ini seolah-olah sedang melewati ‘terowongan’ tanaman. Tidak jelas apakah jalanan tersebut benar-benar melingkari danau karena sepertinya tertahan di bukit seberang namun pagi itu kuningnya sinar matahari lembut jatuh melewati sela-sela pepohonan dan perdu menciptakan suasana teduh dan damai.

Turun ke bawah mendekati pinggir danau, kita akan mendapati bahwa rona kehijauan yang menyelimuti permukaan air danau berasal dari ganggang yang tumbuh di dasarnya. Pepohonan tampak tumbuh subur di sekeliling dan bebatuan tampak mencuat di beberapa tempat. Bila kita perhatikan, putihnya pantai Satonda dikarenakan berasal dari pecahan karang yang terhempas ke pinggir namun aslinya daerah ini tersusun atas batuan beku yang berbongkah-bongkah. Warnanya yang kehitaman dengan bongkah-bongkah tampak terserak di beberapa sudut. Sepertinya memang pulau ini bekas sebuah gunung api yang meletus dan meninggalkan kawah di dalamnya. Air asin yang menghuni danau ini diduga kuat berasal dari hempasan air laut saat gelombang besar ataupun tsunami menghantam. Tidak ada bukti kenampakan lorong yang menghubungkan danau ini dengan laut seperti pada laguna-laguna di tempat lain. Dan jika diperhatikan lagi, permukaan air danau ini lebih rendah dibanding permukaan laut dan saat pasang ataupun surut permukaan danau tidak berubah mengikuti perubahaan air laut.

Hal yang unik dari danau ini adalah legenda yang belakangan semakin santer berkembang. Jika kita perhatikan pepohonan di pinggir danau, banyak sekali kita dapati batu-batu kecil bergelantungan. Ternyata ada kepercayaan orang-orang, bila kita memiliki suatu keinginan, gantunglah sebuah batu dan percayalah bahwa keinginan tersebut akan terwujud. Entah benar atau tidak, namun ada cerita sepasang wisatawan manca yang berhasil memperoleh keturunan setelah sekian lama menikah dengan menggantung batu di sini. Mereka pun merayakan keberhasilan itu dengan kembali ke Satonda dan melakukan syukuran berupa acara makan besar bersama penduduk sekitar. Ah entahlah, namun paling tidak ku perkirakan ada ribuan batu menghiasi pepohonan Satonda yang semakin menambah nuansa dan aura keeksotisan pulau ini. 

2 Responses to “Pesona Eksotisme Danau Satonda”

  1. PERTAMAX LAGI GAN !!! wakakakak

  2. bagi cendolnya gan..hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: