Tips Naik Kapal PELNI Ekonomi

(telah di-published di web http://www.indobackpacker .com September 2007)

Oleh : R. Heru Hendarto

Hindari tidur di dekat rombongan yang jumlahnya terlalu besar, apalagi apes dapat tempat tidur di tengah mereka..kalo masih ada tempat kosong lain segera pindah. Rombongan yang ‘agak kurang nyaman’ adalah rombongan keluarga dengan jumlah lebih dari 5 orang, atau rombongan anak2 yg cukup banyak. Privasi kita akan terganggu dan dijamin kita tidak akan bisa istirahat. Rombongan pelajar, mahasiswa dan pemuda atau keluarga kecil akan lebih nyaman

TIPS:

1. Kalo peak season, usahakan perginya rame2 sama temen2, jadi bisa arrange taktik biar ga keabisan kasur. Biasalah kalo naek ekonomi kan orang2 berebutan pada kalap naek kapal karena rebutan kasur (untuk kasur bisa saja habis karena seringkali tiket non seat dijual/tidak dapat jatah tempat tidur tapi bisa memperoleh kasur dan tidur di lantai atau tempat lain). Jadi yang lambat naek kasurnya akan keembat ama yg naek duluan sehingga tidurnya kepaksa di tempat tidur papan/board dengan alas koran aja, untung-untung jika membawa tikar.

Kalo rame2, teman sebagian naek ambil kasur tanpa membawa barang sehingga bisa cepat, nanti kalo dah tenang dan kasur didapat baru deh rame2 naek lagi bawa barang yang ditinggal di bawah. Saat pertama naek dan bingung orang pada rebutan lari sana-sini cari kasur, carilah di tempat2 yang orang lain jarang cari, misalnya di bawah tempat tidur, di ruang kecil untuk peralatan pantry/fire prevention, pojok ruangan bawah televisi dsb.

Hati2 dengan calo kasur, yaitu orang yang naik duluan dan numpuk kasur di bawah pengawasannya (sebagian juga crew kapal) yang meminta bayaran atas kasur yang kita ambil darinya.., padahal nanti saat kapal mulai jalan kita akan ditarik bayaran resmi oleh Pelni. Jadi kita bayar dobel, yang pertama ga resmi tentunya. Jika rekan2 bepergian dalam jumlah kecil/sendiri, sebaiknya ambil jasa porter untuk membawakan barang kita yang nggak begitu berharga sekaligus minta dia carikan kasur dan minta ybs menunggu di tempat tidur/seat kita tersebut. Kita dapat menyusul porter perlahan mengikuti arus tanpa harus terburu-buru. Selalu sedia kain lap/serbet yang nanti dibasahi, gunanya untuk membersihkan noda dan bau bekas muntahan penumpang sebelumnya yang berceceran di kasur maupun tempat tidur.

2. Posisi tempat tidur yang agak enak adalah (asumsi kapal memiliki 6 dek), adalah dek 3 dan 4 karena posisi di tengah kapal sehingga goyangan karena ombak kurang begitu terasa plus orang jarang hilir-mudik. Dek 2 ada yang sebagian diisi penumpang, namun walau stabil thdp ombak namun kurang begitu nyaman karena dekat dengan ruang mesin sehingga bunyi dan getarannya sangat terasa. Saat membeli tiket online, sekiranya masih bisa memilih dek sebaiknya pilihlah nomer tengah bagian dek 3 dan 4 tersebut. Saat posisi tidur tidak mesti mengikuti pakem tempat tidur kapal, lihat posisi miring kapal. Jika posisi miring mengikuti posisi kepala, segera pindah posisi walau terpaksa berjejeran sama kaki penumpang yang lain. Soalnya, saat tidur tidak begitu terasa apa-apa tapi begitu bangun pasti kepala pusing dan berat sekali karena darah selama tidur banyak mengalir ke kepala.

3. Hindari tidur di dekat rombongan yang jumlahnya terlalu besar, apalagi apes dapat tempat tidur di tengah mereka..kalo masih ada tempat kosong lain segera pindah. Rombongan yang ‘agak kurang nyaman’ adalah rombongan keluarga dengan jumlah lebih dari 5 orang, atau rombongan anak2 yg cukup banyak. Privasi kita akan terganggu dan dijamin kita tidak akan bisa istirahat. Rombongan pelajar, mahasiswa dan pemuda atau keluarga kecil akan lebih nyaman. Untuk yang muda2 mereka akan lebih solider, bisa diajak gitaran, maen remi, ngobrol-ngobrol. Kalo keluarga kecil ataupun orang tua, biasanya kita suka ditawari makanan he he…minimal lauk lah…😀

4. Omong2 makanan, kualitas makanan ekonomi di kapal Pelni sungguh buruk. Biasanya saya membawa lauk sendiri yang tahan lama misal abon, sambal goreng, telur asin dll. Jadi saat makan, jatah tsb kita sortir dan yg kita ambil paling hanya nasi dan lauk seperti telur dadar karena hampir dipastikan lauk lain seperti ikan sudah tidak sehat (warnanya kebiruan), ayam juga sudah tidak renyah, apalagi sayuran. Kelamaan di freezer kapal dari trayek pertama kali jalan. Air panas disediakan walau kadang2 habis, namun opsi membawa mi/popmi sangat layak dipertimbangkan. Jika ingin tidak repot2 mengantri (antrian bisa menjadi panjang sekali), biasanya di kelas ekonomi saat makan sudah tiba akan diumumkan melalui room speaker. Segera ke pantry supaya antrian tidak panjang, atau dipelajari waktu panggilan makan, biasanya jam 6 pagi, jam 11 siang dan 6 sore. Lima belas menit sebelum itu sudah standby di pantry sehingga dapat antrian awal dan cepat. Atau sekalian ambil di waktu terakhir walau resikonya kehabisan lauk (tidak apa2 toh yang diambil nasi plus lauk yang masih layak, biasanya lauk telur dadar hampir selalu tersedia hingga akhir).

5. Kondisi MCK memprihatinkan, apalagi usernya yang berasal dari segala kalangan. Walau desain awalnya bagus, jangan kaget kalo dalam perjalanan kualitasnya akan seperti kakus pinggir sungai. Air ga ngalir, toilet ga diflush, plus banyak ‘barang’ berceceran, pesing, pintu ga bisa dikunci dll. Usahakan tidak makan makanan dengan ampas berlebih sehingga perjalanan 40 jam dapat dilewati tanpa harus ’setor tabungan’ kecuali pipis tentunya. Kalo pipis tentu bisa dilakukan secepat kilat sekelebat mata wush wush sehingga siksaan nerakanya ga begitu kerasa. Mandi pun demikian, jangan sampai kejadian keluar kamar mandi badan belepotan penuh sabun karena air shower abis.., ga lucu tentunya. Jika melakukan aktivitas di kamar mandi/WC, harus selalu bersiap sedia terhadap perubahan posisi kapal.

6. Keamanan, kita harus aware seolah2 berada di terminal. Copet tersebar dimana2, terutama saat naik dan turun. Kalo kapal sudah jalan, hati2 dengan barang2 bawaan karena dapat diraih siapa saja yang lewat-harus terus diawasi. Seperti halnya naek kereta, tidak ada salahnya membawa strap, tali rafia ataupun tie wrap untuk mengikat tas di tempatnya. Jangan gunakan rantai karena malah akan mencolok dan seolah-olah isinya menggiurkan. Jika hendak meninggalkan barang, titipkan ke rekan sebelah yang dapat dipercaya. Jika menaruh sepatu/sandal sebaiknya tidak di pinggir tempat tidur tetapi taruhlah agak masuk ke dalam di bawah tempat tidur sehingga susah dijangkau. Barang berharga seperti hape taruh saja di tas karena di sebagian besar perjalanan tidak akan memperoleh sinyal. Jenis barang yang sering hilang, travel bag, tas ibu2 (ini karena sering ditaruh gitu aja di tempat tidur), sepatu dan sandal (beneran lho!), dan dompet. Khusus dompet ini, umumnya dompet cowok..hilangnya biasanya saat mandi (aneh kan?). Jadi ceritanya kalo cowok mandi kan celananya disampirkan, naah sebagian besar hangernya dah jebol jadi disampirkan ke atas pintu kamar mandi, sekaligus tanda kalo ‘ada orang’. Saat itulah pencopet dengan mudahnya gerayangi saku celana, ngembat dompet ataupun hape pemiliknya… Usahakan ke WC bukan saat peak time seperti pagi jam 6 – 9, jam 5 – 8 malam.

7. Kalo jenuh, bisa nonton film, jalan2 ke cafetaria, atau menikmati laut di sisi kapal. Namun hati2, ada tipikal penduduk tertentu (tentunya saat kapal telah singgah atau menuju daerah tersebut) untuk mabuk2an saat di perjalanan laut (aneh ya!). Walaupun minuman keras dilarang tapi bila sudah pukul 23.00 ke atas suasana di luar sudah sepi sehingga ada kemungkinan rekan2 bertemu pemabuk2 di sudut2 kapal yang gelap (sekitar sekoci, dek atas dll). Kalo mau nongkrong lebih baik di depan kapal..lebih rame dan dekat kelas II dan I/Utama sehingga keamanan lebih terjaga. Biasanya di dek depan di bawah ruang nakhoda tersedia kursi, nikmat untuk duduk sambil menikmati angin laut dan viewnya yang luas.

8. Untuk yang muslim, untuk kapal Pelni yang besar disediakan Mesjid. Jangan terlalu pede sholat sambil berdiri, jika tidak yakin dan kurang sehat, ambil posisi tahyat saja. Jika berjamaah dan berdiri, usahakan kaki dibuka lebar untuk mengantisipasi goyangan kapal akibat ombak besar. Hati2 saat hendak ruku ataupun sujud, karena disaat tersebut, bila kapal miring searah sajadah, kita dapat tersungkur ke lantai dan cidera!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: